Loading...

Cinta dari Rumah Hijau

Cinta dari Rumah Hijau
Cinta dari Rumah Hijau
Cinta dari Rumah Hijau

Irvan melamun di bangkunya ketika pelajaran kosong. Dia tak berniat ke luar
untuk ke kantin atau ngobrol. Dia masih merasa asing dengan suasana yang baru
satu minggu dikenalnya itu.
Seseorang menepuk bahunya dan duduk di bangku di depannya.
“Melamun, eh? Bagaimana komentarmu tentang sekolah ini?” tegur Riki.
“Cewek kelas satu cakep-cakep, ya?” ujar Irvan meringis.
Riki tersenyum. “Jangan jauh-jauh. Kelas ini juga punya cewek cakep, lho,”
katanya. “Si Mirsa misalnya, yang duduk di ujung kiri depan itu. Atau Linda si kacamata
minus yang rambutnya bagus. Lalu Rita, Yanti ... wah, banyaklah! Tapi rata-rata sudah
punya pasangan, Van.”
Irvan nyengir mendengar promosi itu. Lantas teringat olehnya sebuah nama.
“Ada yang namanya Ristania Vidyani di sekolah ini, Rik? Kelas dua seperti kita
juga kalau tidak salah.”
Riki menatap Irvan setengah heran. Saat itu seorang gadis masuk. Riki melirik,
lalu menyentuh lengan Irvan yang sedang mencorat-coret buku.
“Tuh yang kau cari!” bisiknya.
Irvan menoleh, mengamati gadis itu. Itukah Tania? Cowok itu menemukan sosok
tubuh sedikit kurus, jangkung dengan rambut pendek. Gayanya tak acuh. Irvan masih
menatap ketika gadis itu menoleh padanya. Wajahnya yang buram dan bermata tajam
membalas. Dahi itu berkerut tak senang. Lantas dia berbalik ke bangkunya, mengambil
sesuatu dan keluar tanpa menoleh lagi.
“Bagaimana?” tanya Riki menyadarkan Irvan. “Tidak cakep kan? Tapi menarik
dengan keangkuhannya itu. Dia selalu menghindari cowok-cowok yang jatuh cinta
padanya. Jadi kalau kau mau akrab dengannya, jangan sampai jatuh cinta ...”
Irvan diam. Benaknya berputar-putar. Gadis itukah yang membuat Fadil jatuh
bangun karena mencintainya? Fadil, sepupunya yang tampan dan banyak di kagumi
cewek-cewek karena senyumnya yang memikat itu, jatuh cinta pada Tania? Aneh
rasanya. Tania tidak cantik, wajahnya dingin dan mungkin hatinya juga beku.
“Engkau belum mengenal dia, Van. Tania tidak cantik, tapi ada sesuatu pada
sikapnya yang menarik cowok-cowok. Dekati dia dan ... kau akan tahu, bahwa apa yang
ku katakan benar,” ujar Riki seolah dapat membaca jalan pikiran Irvan.
Bel berbunyi. Riki meloncat turun dan duduk di sebelah Irvan. Anak-anak
berdesakan masuk kelas. Pelajaran kimia akan segera dimulai.
0

Charon - Novel 1000 Musim Mengejar Bintang

Charon - Novel 1000 Musim Mengejar Bintang
Charon - Novel 1000 Musim Mengejar Bintang
Bagian satu: (Laura & Niko)
Laura,16 tahun
Butuh waktu kurang lebih 40 menit bagi Laura utk menempuh perjalanan dr rumahnya, disebuah kota kecil, sampai ke sekolah. Laura membuka kaca jendela bus, memejamkan mata, dan membiarkan udara pagi menerpa wajahnya.sat matanya perlahan membuka kembali, ia menarik napas, mengisi tubuhnya dgn udara yg sama. Di sepanjang jalan, dedaunan menari nari mengikuti arah angin. seakan akan mereka mengantarnya ketempat tujuan. Laura berpikir, jika ia harus menghabiskan 40 menit waktunya hampir setiap pagi,melewati rute yg sama,bukankah lebih baik jika ia menikmatinya?
Laura sangat menyukai alam di pagi hari, saat mentari mulai muncul kepermukaan,dan burung-2 berkicau diangkasa. Saat bus yg ia tumpangi berhenti di sebuah halte, Laura turun dgn senyuman karena tahu esok ia akan mengalami hal yg sama lagi.kini ia bersiap siap menunggu bus lain yg akan mengantarnya ke sekolah.perjalanan 10 menit berikutnya benar2 berbeda dgn sebelumnya.dedaunan berganti menjadi gedung2 pencakar langit yg mampu menahan terpaan angin.
Tak berapa lama kemudian, ia tiba di depan sekolahnya,sebuah bangunan luas 3 lantai yg sudah berdiri berpuluh puluh tahun.bukannya tdk ada sekolah di tempat Laura tinggal.hanya mama ingin pendidikan yg terbaik untuknya,walaupun itu berarti perjalanan 50 menit menuju sekolah setiap hari.
Laura tdk keberatan.ia akan melakukan apa saja utk mama.sebagai orang tua tunggal,mama sudah banyak berkorban untuknya.yg membuatnya keberata,justru para siswa yg ada disekolah itu.mereka sudah mengenal satu sama lain sejak TK sampai SMA.dan Laura sebagai orang asing yg baru masuk awal juli tahun sebelumnya tdk bisa langsung cocok dgn mereka.ditambah lagi, rumahnya berjarak 30 km dr sekolah membuatnya mendapat predikat ''siswi kampungan''. Jd kesimpulannya, Laura hanyalah seorang murid biasa.tp hari ini,nasib akan mempertemukannya dgn seseorang yg luar biasa.
0

Charles Dickens - Oliver Twist

Charles Dickens - Oliver Twist
Charles Dickens - Oliver Twist
Di antara gedung-gedung publik lain di sebuah kota —
yang karena berbagai alasan sebaiknya tidak dise-
butkan, bahkan dengan nama fiktif—terdapat sebuah
bangunan kuno yang biasa dijumpai di banyak kota, baik besar
maupun kecil. Tepatnya, sebuah rumah sosial. Di rumah sosial
ini lahirlah Oliver Twist kecil, pada hari serta tanggal yang tak
perlu disebutkan pula.
Setelah ahli bedah desa menuntunnya menuju dunia penuh
duka dan kesusahan ini, belum jelas apakah bayi tersebut
akan selamat sehingga berhak menyandang sebuah nama. Bila
demikian keadaannya, kemungkinan besar memoar ini takkan
muncul. Atau, kalaupun muncul, karena isinya hanya beberapa
halaman, ini akan menjadi karya biografi paling ringkas serta
akurat dalam lingkup literatur di masa kapan pun atau negara
mana pun.
0

Charles Dickens - Great Expectations

Charles Dickens - Great Expectations
Charles Dickens - Great Expectations
Nama keluarga ayahku Pirrip, dan nama baptisku Philip, tetapi
yang bisa diucapkan secara singkat dan jelas oleh lidah bayiku
adalah Pip. Maka, aku menyebut diriku Pip dan semua orang pun
memanggilku Pip.
Aku mengetahui bahwa Pirrip adalah nama keluarga ayahku,
selain dari batu nisannya, juga dari kakakku, Mrs. Joe Gargery, yang
menikah dengan pandai besi. Aku tidak pernah berjumpa dengan
ayah atau ibuku dan tidak mengetahui wujud mereka (karena mereka
hidup lama sebelum foto ditemukan), bayangan pertamaku mengenai
sosok orangtuaku mau tidak mau kuperoleh dari batu nisan mereka.
Bentuk abjad di batu nisan ayahku memberiku gagasan aneh bahwa
dia berbadan tegap, kekar, berkulit gelap, dan berambut ikal hitam.
Dari lekak-lekuk tulisan, “Terbaring Juga, Georgiana, Istri Pria di
Atas,” otak kanak-kanakku menyimpulkan bahwa ibuku sakit-sakitan
dan wajahnya berbintik-bintik. Untuk lima batu nisan belah ketupat
kecil, masing-masing setinggi sekitar setengah meter, yang berderet
rapi di samping makam orangtuaku dan menyimpan kenangan sakral
kelima adik lelakiku—yang menyerah pada tahap sangat dini dalam
perjuangan menghadapi kehidupan—aku yakin seyakin-yakinnya

bahwa mereka semua terlahir dalam posisi berbaring dan mengan-
tongi tangan, tanpa pernah mengeluarkannya di dunia ini.
0

Boy Candra - Senja, Hujan, Cerita yang Telah Usai

Boy Candra - Senja, Hujan, Cerita yang Telah Usai
Boy Candra - Senja, Hujan, Cerita yang Telah Usai
Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang mencintai, tapi dikhianati. Juga yang mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal yang baik untuk hati. Kepada orang-orang yang diam-diam jatuh cinta, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik, dan mulailah menata rindu yang baru.

Katakan kepada masa lalu:
kita adalah cerita yang telah usai.
0

Boy Candra - Sebuah Usaha Melupakan

Boy Candra - Sebuah Usaha Melupakan
Boy Candra - Sebuah Usaha Melupakan
Sebuah Usaha Melupakan adalah kumpulan catatan perasaan (konsep penulisan yang sama dengan dua buku sebelumnya, ‘Catatan Pendek Untuk Cinta yang Panjang’ dan buku ‘Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai.’ Satu judul tulisan hanya terdiri dari empat paragraph (beberapa terpaksa 5 paragraf). Cerita yang ditulis juga masih hal-hal ‘ringan’ dan mudah dicerna. Ada sekitar 77 tulisan yang dibagi menjadi sub-bab. Tidak ada keterkaitan satu judul tulisan dengan tulisan lain secara khusus, namun sengaja diurut menjadi 6 sub-bab untuk kenyamanan pola. Secara rinci, sub-bab menceritakan tentang: perasaan awal jadian –kebanyakan cerita LDR, lalu fase bimbang, berlanjut pengkhianatan, memulihkan perasaan, hingga ditutup dengan sub-bab jatuh cinta kembali. Menemukan cinta yang baru kembali.
0

Boy Candra - Satu Hari di 2018

Boy Candra - Satu Hari di 2018
Boy Candra - Satu Hari di 2018
Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?

Sungguhlah, hal paling menyedihkan untuk ditatap di dunia ini adalah perempuan yang sedang patah hatinya. Walau kau tahu, setelah patah hati selalu ada cinta yang lebih baik. Jangan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang salah. Sesuatu yang seolah menyakitimu. Kau dan aku pernah sepakat, bahwa bukan cinta yang menyakiti manusia. Sebab pada hakikatnya, cinta adalah kebahagiaan, walaupun patah hati tetap saja bisa menjadi kenangan tidak menyenangkan yang berulang.

Beberapa orang tak akan percaya, bahwa kenyataan kadang terlalu sakit baginya, hal yang menjadi alasan untukku menulis cerita-cerita di buku ini. –Boy Candra
0

Boy Candra - Pada Senja yg membawamu pergi

Boy Candra - Pada Senja yg membawamu pergi
Boy Candra - Pada Senja yg membawamu pergi
Apakah kau ingat saat kita berjanji untuk saling membahagiakan?

Katamu, setiap perasaan yang tumbuh adalah sebuah alasan. Alasan bahwa hati patut dipertahankan. Namun, cinta saja belum cukup menyatukan mimpi yang berbeda di antara kita. Dan, menepati janji ternyata tak semudah mengucapkannya.

Apakah kau juga tahu bahwa kenangan bersamamu selalu muncul tiba-tiba? Tak ada satu perasaan pun yang mampu kusembunyikan ketika mengingatmu.

Namun, aku sadar. Harapan-harapan yang dulu sempat memudar, harus kubangun lagi dan kumulai. Bukankah tak salah bila aku ingin mengulang rasa yang dulu pernah ada? Meski kutahu, rasa itu tak akan benar-benar sama.

Karena, cinta bukan tentang bagaimana rasa itu jatuh, melainkan bagaimana ia tetap bisa hidup di dada yang rapuh.
0

Boy Candra - Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang

Boy Candra - Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang
Boy Candra - Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang
Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apa pun yang kamu miliki hari ini. Walaupun yang kamu tunggu tak pernah datang.
Walaupun yang kamu perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kamu lakukan. Nikmati saja.
Kelak, dia yang kamu cintai akan tahu, betapa kerasnya kamu memperjuangkannya.

- Boy Candra -
0

Billy Koesoemadinata - Burung Kertas

Billy Koesoemadinata - Burung Kertas
Billy Koesoemadinata - Burung Kertas
“Tanggal berapa sekarang?” Hikaru memecah kesunyian. Kuhentikan sebentar
pekerjaan tugasku, dan menatapnya.
“Memangnya kenapa?”
“Aku tanya, tanggal berapa sekarang? Jawab saja!”
“Dua April. Memang kenapa?”
Hikaru meninju telapak tangannya. Ia berdiri dan menatapku. Aku bingung.
“Wah! Artinya, sekarang minggu terakhir musim dingin! Asyik!”
“Lalu?”
Aku tak tertarik. Aku kembali mengerjakan tugas. Hikaru memegang pundakku.
Ia menggoncang-goncangkannya.
“Minggu depan musim semi! Minggu depan sudah musim semi!”
“Ya, dan ada apa dengan musim semi? Kenapa kau begitu bersemangat?”
“Tidakkah kau sadari ada yang spesial dan khusus dengan musim semi? Itu
saatnya bunga Sakura bermekaran! Pasti asyik! Kita bisa duduk bersantai di
bawahnya, sambil ngobrol! Dan, siapa tahu ada cowok!”
“Yah, terserah. Tapi, dari mana kau tahu kata ‘cowok’? Itu ‘kan tidak baku?”
Hikaru tersenyum. “Kau.”
Aku menggeleng. Ada-ada saja Hikaru ini!
“Yah, tapi kata itu jangan kau ucapkan di situasi resmi, ya?”
Aku kembali mengerjakan tugas. Tapi, sepertinya Hikaru belum menyerah.
“Ayolah, Ghita-chan! Di mana semangat musim semi-mu?”
Kusimpan pena, dan menutup kedua buku tugasku. Kutatap Hikaru dengan
tajam. Ia masih saja tersenyum-senyum. Seakan-akan mengajakku untuk ikut
tersenyum juga.
“Hikaru sahabatku, mana bisa aku memiliki semangat itu? Aku ‘kan ekspat!
Orang asing! Kau sudah lupa hal itu, ya?”
“Tapi, kau ‘kan sudah tiga tahun di Tokyo. Selama itu pula, kau ‘kan sudah
melewati tiga kali musim semi. Memangnya, ada apa dengan musim semi
sampai kau tidak mempedulikannya? Apa tidak ada sesuatu yang menular dan
membekas padamu?”
Aku bangkit.
“Ya, ada! Ada yang membekas dari tiga kali musim semi itu. Yaitu, rasa iri! Ya!
Aku iri! Aku iri dengan bunga Sakura yang indah dan hanya ada di negaramu!
Sementara di negaraku, apa? Bahkan, musim semi pun, aku tak pernah
mengenalnya sampai saat ini!”
Hikaru diam tak menjawab.
0

Billy Homario - Love Me Twice

Billy Homario - Love Me Twice
Billy Homario - Love Me Twice
DI TAMAN BUNGA

MATAHARI akan tenggelam beberapa saat lagi. Dua
anak kecil terlihat sedang duduk di kursi, di bawah
pohon.
"Aku mau pergi lho!" kata anak kecil yang cowok.
"Pergi? Pergi ke mana? Mau pergi jauh, ya? Ah, kamu
pasti bercanda," ujar anak kecil satunya lagi, cewek.
"Enggak. Aku gak bercanda," kata anak cowok itu
dengan raut wajah serius.
"Emangnya kamu mau ke mana?"
"Aku mau ke Kanada. Aku SMP di sana."
DEG!
Jantung anak cewek itu seakan berhenti berdetak.
Setelah larut dalam kebisuan selama lima menit, anak
cewek itu mulai bicara lagi, walaupun dengan suara
bergetar.
"Kamu beneran mau pergi?"
Yang ditanya mengangguk. Perasaannya juga sedih.
Anak cewek itu kemudian melepaskan kalung emas
putih berliontin merpati dari lehernya.
"Ini buat kamu," kata anak cewek itu yang kemudian
mengalungkan kalung itu di leher temannya.

0

Beth Kery - Because You Are Mine

Beth Kery - Because You Are Mine
Beth Kery - Because You Are Mine
Sinopsis:
"Segalanya dimulai dari pandangan pertama, ketika kau tahu
bahwa dia harus menjadi milikmu ..."
Francesca Arno telah memenangkan kompetisi untuk membuat
sebuah lukisan besar ditengah-tengah lobi gedung pencakar langit
baru milik Ian Noble di Chicago. Di sebuah pesta koktail untuk
memberi penghormatan pada dirinya ia pertama kali bertemu Ian,
dan Francesca seketika tertarik padanya.
Ini juga membingungkannya, ia biasanya tidak memiliki respon
seksual yang menyeluruh terhadap orang asing. Pria yang misterius,
intens, memancarkan otoritas, Ian benar-benar membuatnya
bingung...tapi ia menyukainya.
Untuk Ian, dia jenis wanita yang tidak bisa ia tolak, seseorang yang
benar-benar jarang ditemui: seorang innocent sejati. Tapi dia bisa
merasakan keinginan Francesca untuk membuka diri, untuk
bereksperimen, untuk menyerahkan dirinya pada fantasi seorang pria
yang memegang kendali. Ciuman pertama, belaian pertama,
tantangan pertama bagi seorang wanita yang sangat merindukan apa
yang ia tak pernah rasakan.
Ian kemudian dengan suatu cara akhirnya berhasil membuat
Francesca menyetujui usulan perjanjian hubungan diantara mereka.
Ian memberikan pengalaman bercinta pertama bagi Francesca dan
pengalaman-pengalaman lainnya. Tanpa ada komitmen apapun.
Francesca adalah gadis usia dua puluhan yang berjuang untuk
menyelesaikan kuliahnya dan berjuang untuk hidup, wanita yang
enerjik, sederhana, berkemauan sangat keras, berjiwa seni tinggi dan
lugu dan tidak pernah menyadari bahwa dirinya wanita yang begitu
cantik dan menarik sampai Ian menemukannya.
Ian pria kaya raya yang berwibawa usia tiga puluhan yang sangat
menyukai dan menikmati seni dengan kekayaan yang dimilikinya,
pria egois akan tetapi berhati lembut dan pria dominan yang open
minded, pria yang tidak pernah bisa berkomitmen karena
pengalaman masa lalunya sampai dia menemukan Francesca.
Mereka adalah pasangan yang menyukai kegiatan-kegiatan yang
memacu adrenalin dan bernilai seni tinggi. Saling melengkapi dan
menemukan sisi-sisi lain dari diri mereka yang tidak mereka tahu.
Jalan ceritanya sangat menarik, tidak membosankan dan momenmomen
yang disajikan juga cukup menegangkan dan liar.
0

Kristina Yovita - Belahan Jiwa

Belahan Jiwa - Kristina Yovita
Belahan Jiwa - Kristina Yovita
Belahan Jiwa Bab 1 Perjodohan
Hari ini adalah hari paling bersejarah dalam hidupku.
Pertama, hari ini adalah hari pelulusanku dari SMA.
Kedua, hari ini adalah harilamaranku.
Hah?
Iya.
Aku lulus, dengan nilai terbaik nomer dua seangkatan. Aku seorang gadis, hampir 19 tahun,
periang, pintar, humoris dan selalupositive thinking!
Positive thinking?Iya. Selalu berpandangan positif. Buktinya, biarpun aku hanya juara umum
kedua, tapi aku selalu berpikir angka dua lebih banyak daripada angka satu….
Aku lebih senang menyatakan bahwa gelas itu setengah penuh, daripada gelas itusetengah
kosong!
Aku pulang ke rumah siang ini dengan hati ringan, ditemani motor bebek merah tahun 80an
ku tersayang.
Ketika temanku bertanya kenapa aku masih mau naik motor kuno seperti itu? Apa tidak
malu?
Aku jawab, sebuah benda semakin kuno, semakin berharga nilainya. Positive thinking.
Gerbang sekolah yang selama 3 tahun selalu kulihat, semakin lama semakin
mengecil….jauh…dan menghilang….Selamat tinggal sekolah tercinta….jangan bertemu lagi…..
Di rumah semua orang terlihat sibuk bersih-bersih, adik cowokku membersihkan seluruh
jendela dan barang-barang di ruang tamu. Adikku satu lagi yang cewek sibuk membersihkan
foto-foto kami yang tergantung di dinding.
Aku kucel rambut adik cewekku sambil lalu, dan sebelum dia sempat menarik balas
rambutku, aku sudah berlari ke arah Mama yang sedang di dapur, membuat beberapa
kudapan. Dengan sigap aku bantu mama menyelesaikan membuat kue suguhan untuk tamu.
Nanti sore jam 5, calon besan akan datang ke rumah.Untuk melamarku…..
0

Barbara Elsborg - Strangers

Barbara Elsborg - Strangers
Barbara Elsborg - Strangers
Sinopsis: "Kate Snow sudah cukup banyak berurusan dengan bad boy sampai suatu saat ketika ia berenang satu arah di laut ia bertubrukan dengan pria yang tidak bisa ia tolak. Charlie Storm seorang mantan bad boy yang telah berubah menjadi seorang pekerja seni. Ia sudah menjadi bintang pop terkenal, mega-sukses dalam bisnis film sampai setan dalam batinnya membuat dia hilang kendali dan mengirimnya menuju lautan.

Hal terakhir yang ia harapkan sebelum meninggal adalah berhadapan dengan seorang wanita yang melakukan percobaan bunuh diri. Ketika dunia kedua orang asing ini bertumbukan, kehidupan mereka mengalami goncangan. Bertahan dalam gelombang, mereka sadar bahwa mereka tidak tahan untuk berpisah, di dalam ataupun di keluar ranjang.

Kate merebut kesempatan untuk mendapatkan kebahagiaannya, melihat bahwa Charlie adalah pria yang akhirnya di percaya akan mencintainya. Charlie tidak bisa melepaskan Kate karena dia satusatunya wanita yang mampu melihat pria yang dia inginkan. Tapi harga dari ketenaran cukuplah mahal dan ketika dunia ingin membuat mereka terpisah, tampaknya kehidupan mereka hanya aman di tempat tidur Kate."
1

Badai-Badai Puber - Motinggo Busye

Badai-Badai Puber - Motinggo Busye
Badai-Badai Puber - Motinggo Busye
Ada suatu yang berat yang memusingkan kepalaku sejak bulan Januari. Tetap tidak bisa kukatakan pada seseorang pun. Bahkan tidak bisa kukatakan kepada sahabat- sahabatku yang terdekat. Apalagi kepada kedua orang tuaku. Namun karena soal ini kupendam terus, aku serasa terkurung dalam suatu kebencian dengan rahasia. Tetapi bagaimana! Aku pun harus merahasiakannya. Dan sebagai akibat merahasiakan soal inilah makanya tidak mengherankan banyak teman-temanku mengatakan aku semakin kurus. Ini memang benar.
Aku memang semakin kurus dan itu tampak jika orang memandangku dan samping. Dan alangkah mengerikan lagi, jika dihari-hari yang akan datang ini aku menjadi semakin kurus lagi.. Memang, hampir saja aku membuka rahasia ini kepada Reni. Tetapi, ketika kusebut nama Toni dan Reni tidak melakukan reaksi apa-apa aku beranggapan Reni tidak mengetahui persoalannya.
Hari Sabtu siang itu, pada jam istirahat, kulihat mereka berdua berdiri berhadapan dengan sikap yang menjengkelkan sekali: Toni bertopang pada tiang sekolah kami di depan aula olahraga, dan Emmy bertolak pinggang menghadap pada Toni dengan sombong. Emmy makan kacang sambil sekali-kali tertawa menyeringai, ketawa yang sangat kubenci akhir-akhir ini, dan ingin saja aku meludahi mukanya itu.
0

Azizah Attamimi - Cinta, Tak Semudah Kata C .I .N. T. A

Azizah Attamimi - Cinta, Tak Semudah Kata C .I .N. T. A
Azizah Attamimi - Cinta, Tak Semudah Kata C .I .N. T. A
Aku heran kenapa kata CINTA selalu dijadikan prioritas utama dalam kisah hidup setiap manusia. Seperti tidak ada hal lain saja yang lebih penting dari sekedar kisah romantis antara sepasang manusia laki –laki dan perempuan. Bukanlah karier, cita -cita masa depan yang diperjuangkan, melainkan restu CINTA yang diperjuangkan hingga mencapai bingkai pelaminan. Setelah semua itu, barulah kembali mengingat karier tujuan semula. Aku hanya bisa tersenyum saja, apalagi saat aku merasakannya. Aku benar –benar mengerti kenapa kata CINTA selalu jadi menu utama dalam daftar cobaan hidup. Sedih, susah, senang, itu sudah biasa, bahkan wajib untuk dirasakan hidup dalam mengiringi kisah cinta. Secuil kisah cintaku dimasa lalu... Awalnya aku memang ‘masa bodoh’ dengan urusan cinta. Tapi, ketika hati kecilku ini telah memandang seseorang yang biasa dengan sebuah ketulusan dan kasih sayang, rasanya aku tidak mau memperdulikan lainnya lagi. Hanya dia yang terpandang dalam hidupku. Ya, aku jatuh cinta padanya...
0

Ayu Utami - Lalita

Ayu Utami - Lalita
Ayu Utami - Lalita
Sandi Yuda menamainya "momen autis". Ia mengira hanya lelaki muda yang mengalaminya. Momen-momen yang meng- asingkan ia dari kota, sedemikian rupa sehingga ia nyaris tidak memahaminya lagi.
Lihatlah Jakarta. Betapa kota ini memiliki warna aneh. Warna yang membikin sesak nafasmu. Kuning-oranye keabu- abuan. Seperti potret tahun enampuluhan. Yuda berada di koridor rumah sakit sekarang. Ia melihat rambang asap pada wajah para pasien yang mengantre, juga orang-orang yang mengantar. Begitu kusam. Ia melangkah melawan arus di lorong rumah sakit Angkatan Darat itu. Jam besuk. Orang- orang berdatangan. Tapi, ia justru baru saja meninggalkan te - mannya, seorang perwira pasukan komando yang masih kehi - langan ingatan akibat suatu kecelakaan yang mereka alami dalam suatu ekspedisi pribadi yang konyol: memburu jimat di sebuah candi yang sedang digali.
0

Ayu Utami - Cerita Cinta Enrico

Ayu Utami - Cerita Cinta Enrico
Ayu Utami - Cerita Cinta Enrico
Belantara
Inilah ingatan pertamaku dalam hidup: sebuah pohon maha besar. Aku memandang pohon raksasa itu, teduh dan menjulang di hadapanku, dan satu-satunya yang kurasakan adalah takjub. Tak ada yang lain. Aku berada dalam gendong- an dan kami berjalan mengitari batangnya, yang amat sangat lebar, untuk berbelok ke sebuah arah. Setelah itu aku tak ingat lagi. Setelah itu yang ada hanya pengetahuan yang kudapat dari cerita yang sepenggal-sepenggal.
0

Ayu Utami - Bilangan Fu

Ayu Utami - Bilangan Fu
Ayu Utami - Bilangan Fu
Almari
Taruhan. Kau pasti enggan percaya jika kubilang padaku ada sebuah stoples selai berisi sepotong ruas kelingking. Kudapat dari menang bertaruh. Aku tidak gandrung pada benda itu: botol gelas berisi buku berkuku yang mengapung di air for- malin. Pacarku Marja membencinya sampai ia pergi. Katanya, kaca tebal dan cembung membuat efek akuarium. Kelingking itu jadi tampak bagai seekor balakutak. Kukunya yang ungu adalah mata memar, memergokinya setiap kali dia melirik ke sana. Kubilang, kalau takut ya jangan kau menoleh kepadanya. Aku sendiri menikmati kelingking itu sebagai salah satu koleksi benda yang kudapat dari menang taruhan.
Pada dinding kamar kosku ada sebuah almari. Kuper­sem- bahkan untuk menampung kenang-kenangan, cenderamata menang taruhan. Isinya kebanyakan barang tak berharga. Ke- lingking itu, misalnya, tak ada gunanya bagiku. Di sebelah­nya telah kutata pula sebilah iga manusia, melengkung bagai pe- dang, dengan satu pasak salib nisan terbuat dari granit hitam. Meski kasihku akhirnya pergi juga, sesungguhnya tiga benda pustaka-indo.blogspot.com itu sajalah yang membikin dia jeri. Sisa koleksi tidak membuat aku tampak seperti manusia gothik. Aku bukan karakter dari cerita Alfred Hitchcock yang telah klasik. Aku hanya manusia yang mengabdi pada hobiku. Aku adalah seorang pemanjat dan petaruh. Begitu saja.
0

Awangga Setiawan - Untukmu Aku Ada

Awangga Setiawan - Untukmu Aku Ada
Awangga Setiawan - Untukmu Aku Ada
Preload Namaku Daniel Beny Hartanto akrab dipanggil beny, kehidupanku cukup mapan, dilingkungan sekitarku, aku seorang lelaki keturunan jawa, pada tahun 1999 dan saat itu umurku sudah 18 tahun, aku lulus dari sekolah negeri di jogja, yang lumayan favorit atau setidaknya masuk dalam peringkat 5 besar, lalu aku melanjutkan sekolahku ke sebuah PTS di kawasan jogja timur, aku seorang tipe adventure yang menyukai tantangan dunia bisnis , dimulailah sebuah pengalaman saat aku memasuki awal kuliah, saat smu dulu aku tak berpacaran karena tak ada yang cocok, dan menganggap pacaran hanya buang waktu dan kebebasan, aku lebih menyukai keluar dengan seorang cewek siapapun yang aku suka tanpa ikatan namun aku lebih sering keluar bersama teman-teman cowok untuk melakukan aktifitas sebagai pria, dan saat masuk kuliah pertama kali merasakan bagaimana rasanya aku benar-benar mencintai, dia seorang gadis cantik, manis, namun dia seorang gadis keturunan tionghoa sebelumnya bahkan aku tak mengetahuinya. Aku hanya orang yang tak suka mencari masalah, yah, pada saat itu banyak konflik terjadi mengenai ke sukuan di negara ini, namun aku seorang tipe moderat aku tak pernah membedakan dia dari irian, batak, timor atau bahkan cina sekalipun, yang penting orang yang akan aku anggap sebagai teman harus orang yang baik.dan kalo sudah suka aku ngak pernak perduliin apa pikiran orang, orang gaul bilang "bodo amat" dan inilah awal rasa suka aku terhadap seorang gadis keturunan untuk pertama dan terakhir kali di masa kuliah nama gadis itu Evelyn Susanto atau lebih akrab dipanggil eve.
0

Asma Nadia - Hidayah Buat Sang Bodyguard

Asma Nadia - Hidayah Buat Sang Bodyguard
Asma Nadia - Hidayah Buat Sang Bodyguard
Aisyah Putri diam-diam punya bodyguard ! Terus kabarnya lagi, meski bodyguardnya berkulit gelap, tapi orangnya cool dan manis banget. Apalagi rambutnya rada-rada gondrong kayak aktor-aktor beken korea itu lho! Tapi, ngomong-ngomong sejak kapan sih Puput pakai Bodyguard.
Asiyah Putri. Cewek sipit yang disayangi setengah mati oleh keempat kakaknya yang cowok semua itu, datang lagi. Lebih seru! Ditulis oleh Asma Nadia penulis fiksi remaja terbaik nasional, peraih penghargaan Adikarya Ikapi selama tiga kali.
0

Asma Nadia - Cinta Tak Pernah Menari

Asma Nadia - Cinta Tak Pernah Menari
Asma Nadia - Cinta Tak Pernah Menari
Tidak banyak penulis cerita pendek Indonesia yang memiliki kesegaran dan kelincahan dalam bercerita. Di dalam buku ini, Asma Nadia mencoba menjembatani antara keterampilan bercerita yang ia kuasai dan tuntutan isi yang mutlak dibutuhkan dalam karya sastra. Beragam tema ia kendalikan dengan baik: dari hal yang rumit, sampai persoalan yang sangat sepele. Asma Nadia seolah-olah hendak membuktikan bahwa sesuatu yang "berat" bisa dikemas menjadi sangat sederhana. Tentu saja itu tidak gampang.
Joni Ariadinata--cerpenis, redaktur Jurnal Cerpen Indonesia



Membaca cerpen-cerpen Asma Nadia, ternyata realisme belum mati. Bagi remaja, cerita-cerita keseharian dengan realitas di kelas sosial pinggiran, sangat penting untuk mengasah nurani. Maka bacalah dan hati kita akan terus terjaga untuk tetap mengasihi sesama.
Gola Gong--novelis dan pengelola Pustakaloka Rumah Dunia



Setting "dunia yang terpinggirkan" senantiasa menarik bagi para penulis cerpen, termasuk Asma Nadia. Tapi dia ternyata juga fasih ketika bercerita tentang kalangan yang sama sekali berbeda, yaitu kalangan "atas" yang terkesan identik dengan hedonisme. Gaya penulisannya pun variatif, dari pendekatan "dramatik emosional" yang cenderung serius, sampai ke cas-cis-cus gaya remaja yang segar. Di antara sepuluh cerpen dalam kumpulan ini, yang paling menarik bagi saya ialah Ibu Pergi Sebulan, yang ternyata justru terbebas dari gaya-gayaan tadi, tapi kuat dalam keunikan gagasannya.
Jujur Prananto---penulis cerpen dan skenario



Buat anak-anak muda yang baca buku ini, I`m telling you, you are reading the right book! Pokoknya baca sampai habis, you`ll be inspired, and grateful, plus lebih berani untuk mikir dan tampil beda. Lebih maju!
Dewi Hughes Spd.---presenter
0

Asma Nadia - Chat for a Date

Asma Nadia - Chat for a Date
Asma Nadia - Chat for a Date
Chat for a date?

Chatting buat cari pacar, serius?

Ya gitu deh yang terjadi belakang ini di SMA 2000. Para ABG-ers itu kena demam chatting. Bahkan Icha, sohib Aisyah Putri yang belum lama pakai jilbab sampai punya rencana nikah setelah beberapa kali chatting dengan cowok yang punya nickname Cute Guy. Nikah? Ya ampyuuun ... sampai segitunya.

Ternyata lagi demam internet juga melanda abang-abangnya Aisyah Putri, lho. Ke empat cowok yang merasa ganteng itu ikut-ikutan chatting, blogging ... friendster, multiply, face book, you know-lah ...

Eh, jangan lupa ada tips-tips dari Aisyah Putri supaya tetap PD-lah, apa hubungannya pede ama chatting ya? Hehehe. Terus, tips chatting Islami, bahkan ada bonus interview Aisyah dengan Mba Asma Nadia, yang ternyata suka nge-net juga, lho! Makanya bawa buku ini ke kasir biar ngintip halamannya jadi halal. Hehehe ...
0

Pidi Baiq Al-Asbun

Pidi Baiq Al-Asbun
Pidi Baiq Al-Asbun
14:7 Salah satu dari mereka bertanya, yaitu setelah aku melihat dia tercenung beberapa saat tadi: "Ayah, Ayah!"

Maka tanyaku kepadanya: "Apa, Nak?"

Dia bertanya: "Tadi itu ayah berkata tentang bagaimana kalau seandainya kami adalah seekor kucing atau bangau. Lalu bagaimana seandainya ayah adalah seekor monyet?"

Aku tersenyum dan menjawab: "Kalau seandainya ayah seekor monyet, maka tentu saja anaknya juga seekor monyet."14: 8 Dia berkata: "Oh, tidak mungkin, Ayah."

Maka tanyaku kepadanya: "Bagaimana hal itu tidak mungkin?"

Dia berkata: "Kalau ayah seekor monyet, maka berarti kami tidak akan pernah ada di dunia."

Tanyaku kepadanya: "Mengapa?"

Dia menjawab: "Karena ibu pasti tidak akan mau menikah dengan ayah."

Kami semua tertawa dengan penuh suka cita.
"Al-Asbun merupakan deretan kejutan demi kejutan yang segar. Metafornya asyik-asyik dengan kecerdasan tersembunyi. Saya termenung memikir ulang cara pandangnya. Pidi Baiq, Anda telah melindas ujub saya."
--Taufiq Ismail, sastrawan
0

Pidi Baiq - Drunken Mama

Pidi Baiq - Drunken Mama
Pidi Baiq - Drunken Mama

"Keluarga besar kisah-kisah non teladan"

"Tapi Bu, kalau Ayah nikah lagi, pasti bukan karena nafsu," saya bilang begitu sambil makan kuaci (satu per satu). Itu komentar saya untuk mereka yang bilang poligami janganlah didasari oleh karena desakan nafsu. "Kalau Ayah memang karena apa?""Ayah cuma mau tahu aja, anak Ayah seperti apa kalau sama perempuan lain." "Heh!? Eksperimen?"
0

Pidi Baiq - Drunken Molen

Pidi Baiq - Drunken Molen
Pidi Baiq - Drunken Molen

Cacatnya Harian Pidi Baiq
Kumpulan Kisah Tidak Teladan

Saya bangun siang. Tapi itu masih mending, masih pukul sembilan, karena biasanya saya bangun pukul dua belas siang. Saya memang pemalas. Tapi, untuk apa saya rajin kalau saya merasa diri ini sudah pandai? Samalah itu seperti halnya kamu, tidak perlu hemat lagi karena kamu sudah kaya, sudah mendapatkan pangkalnya (Sales Badminton).

“Buku Ini Jangan Dibaca!”–Jaya Suprana, Pakar Kelirumologi
Hawa jahat jelas sekali memancar dari seluruh Cacatan Harian orang yang bernama belakang Baiq ini. Sayang sekali tak digelar pengadilan untuk membuktikannya karena tak ada pengaduan.
–KHAZANAH
Buku ini sangat aneh. Walaupun saya belum membacanya.
–Candil, Vokalis SEURIEUS
0

Asma Nadia - 101 Dating - Jo dan Kas

Asma Nadia - 101 Dating - Jo dan Kas
Asma Nadia - 101 Dating - Jo dan Kas
`Jo, kita pacaran yuk!` ajak Kas tiba-tiba.`Apaaa?`Jo kaget bukan main. Bukan karena Kas menembaknya di stadiun kereta yang penuh orang, yah... itu juga sih, tapi yang membuat cewek berkerudung itu pusing, dia belum pernah pacaran dan sama sekali tidak minat. Beda sama Kas yang sejak SMU sudah punya gebetan.Jo, anak terakhir dari empat bersaudara yang semuanya cewek. Ketiga kakaknya juga berjilbab, tapi keprihatinan mereka beda banget dengan kelakuan Jo sehari-hari yang tomboi dan seenaknya sendiri. Jo bahkan menyebut mereka `makhluk steril`.Masalahnya, cowok bernama Kas itu ganteng banget. Wajah indo, tubuh tinggi, dan penampilannya keren abis! Wajar kalau Kas jadi rebutan cewek-cewek di kampus. Dan bukan hanya fisik, Jo juga menemukan kesungguhan yang mengagumkan pada diri cowok itu. Seharusnya, Jo bangga dong diminta jadi pacarnya Kas. Eh, iya gak sih?Meski akhirnya menjawab `ya`, Jo masih bingung. Belakangan Kas juga binggung. Terus ada Wiet yang bikin bingung, juga Mita. Lho, kenapa semua jadi bingung? Hehehe.Percaya deh. Ini bukan kisah cinta seekadar. Tapi kisah seru Jo dan Kas yang mencoba punya prinsip dan bertahan dalam derasnya dunia muda!
0

Arzeta Clarkson - Shadow In Beauty

Arzeta Clarkson - Shadow In Beauty
Arzeta Clarkson - Shadow In Beauty

LINGKARAN SETAN

"Than I'm not sorry either. I'm not sorry than I met you. Im not sorry that knowing you has make me question everything. And then in dead you are the one that make me feel most alive. You've been a teribble person, you've make all the wrong choice and that's about the choice I made. But i'm not sorry than Im in love with you. I LOVE YOU."
Namanya SHADOW CIRCLE kadang disebut 'Dunia Bayangan', di namai demikian karena letaknya sangat terpencil dan terahasiakan. Sebuah ruang bawah tanah bekas gudang tua pabrik kain disudut pojok Brooklyn. Tempat dimana segala sopan santun dan adat dikesampingkan, disini yang kuat akan bertahan, mendapat segala kemashyuran, dan ketenaran. Tak boleh ada kata lengah bila ingin bertahan di dunia SHADOW CIRCLE, sebab lawanmu tidak pernah berhenti mengintai dan akan menghabisimu disaat kamu terlelap.
0

Arini Putri - Rain Over Me

Arini Putri - Rain Over Me
Arini Putri - Rain Over Me
Ini cinta yang sulit. Kau dan aku ditakdirkan tak saling memiliki. Aku tak bisa mencintaimu seperti yang aku mau.Namun, ketika dia hadir dalam hidupmu—di antara kita—aku pun sadar kebahagiaanku pelan-pelan akan memudar. Betapa tidak, dia bisa memberimu cinta dan perhatian. Menggenggam tanganmu hingga akhirnya kau terlelap di sisinya. Dia melakukan semua yang ingin aku berikan kepadamu.Dan hari ini, aku memandangi senja pertama yang kunikmati tanpa dirimu. Aku belajar berbahagia untukmu. Dia yang paling tepat. Aku tahu itu—tapi..., bagaimana denganku? Bagaimana caraku bahagia tanpa dirimu?
0

Antoine de Saint Exupéry - The Little Prince (English)

Antoine de Saint Exupéry - The Little Prince (English)
Antoine de Saint Exupéry - The Little Prince (English)
Once when I was six years old I saw a magnificent picture in a book, called True Stories from Nature, about the primeval forest. It was a picture of a boa constrictor in the act of swallowing an animal. Here is a copy of the drawing. In the book it said: "Boa constrictors swallow their prey whole, without chewing it. After that they are not able to move, and they sleep through the six months that they need for digestion." I pondered deeply, then, over the adventures of the jungle. And after some work with a colored pencil I succeeded in making my first drawing. My Drawing Number One. It looked something like this:
0

Antoine de Saint Exupéry - The Little Prince - Pangeran Kecil (Le Petit Prince)

Antoine de Saint Exupéry - The Little Prince - Pangeran Kecil (Le Petit Prince)
Antoine de Saint Exupéry - The Little Prince - Pangeran Kecil (Le Petit Prince)
KETIKA berumur enam tahun, aku pernah melihat gambar yang hebat dalam buku tentang rimba raya berjudul Kisah-Kisah Nyata. Gambar itu melukiskan seekor ular sanca yang sedang menelan seekor binatang buas. Inilah tiruan gambar itu.
Dalam buku ini dijelaskan: "Ular sanca menelan mangsanya bulat-bulat tanpa mengunyahnya. Kemudian, mereka tidak mampu bergerak lagi dan tidur selama enam bulan untuk mencerna mangsanya."
Maka aku lama berpikir tentang kejadian luar biasa di rimba raya, dan dengan sebuah pensil berwarna aku pun berhasil membuat gambarku yang pertama. Gambarku nomor satu. Rupanya seperti ini:
Karya agungku itu kuperlihatkan kepada orang-orang dewasa, dan aku menanyakan, apakah gambar itu menakutkan mereka.
Mereka menjawab, "Mengapa harus takut pada topi?"
0

Anne Mather - Leopard in the Snow

Anne Mather - Leopard in the Snow
Anne Mather - Leopard in the Snow
DI MUSIM semi dan di musim panas gunung-gunung tinggi dan danau-danau yang diteduhi gunung menggemakan suara para turis, yang ingin melarikan diri dari hutan baja dan beton di kota-kota besar. Mereka datang berbondong- bondong bagaikan serbuan siput-siput raksasa, mobil demi mobil. Ada yang berpiknik. Ada yang berkemah. Dan ada yang menarik mobil karavan di belakang sedan mereka.
Pendaki-pendaki gunung berjalan ke West Water dan Skafell Pike. Banyak di antara mereka yang belum pernah memakai sepatu boot berpaku. Lalu-lintas macet, lebih-lebih di jalan sempit sepanjang danau Ullswater dan danau Windermere. Banyak toko yang menjual kartu dan barang tanda mata. Banyak pameran kerajinan setempat. Di danau layar putih kapal pesiar bercampur dengan layar Jingga perahu dan berisiknya suara motor. Di mana-mana nampak orang memakai jas berbulu dan perlengkapan berlayar. Semua berusaha supaya kelihatan seolah-olah mereka biasa memakainya. Hotel-hotel penuh sesak. Bar-bar sibuk melayani pembeli.
Penduduk setempat mengawasi, menunggu dan merasa senang kalau turis-turis meninggalkan Lake District dan pulang kembali ke rumah dan ke pekerjaan mereka di kota. Daerah danau musim panas itulah yang diingat Helen. Dulu ketika masih tinggal di Leeds, ayahnya mempunyai sebuah perahu di Bowness. Di dalam liburan musim panas ayahnya mengajar Helen berlayar. Kalau ditinjau lagi, masa itu adalah masa yang amat menyenangkan dalam hidup Helen, meskipun mereka hidup sederhana. Masa itu adalah masa sebelum ayahnya berhasrat maju dalam dunia, sebelum ia menggabungkan perusahaannya dengan Thorpe Engineering. Masa sebelum ia menikah dengan Isabel Thorpe dan menjadi orang yang begitu kaya dan berpengaruh. Dan perhatiannya ke olah raga tidak lagi ke cabang yang sederhana seperti berlayar....
0

Angelia Putri - The Fantasy Area

Angelia Putri - The Fantasy Area
Angelia Putri - The Fantasy Area
Salam kenal, namaku Renata Nightblood. Usiaku 16 tahun. Ciri-ciri fisikku adalah berambut panjang berwarna hiam lebat, bola mata berwarna biru, dan kulit putih. Yah... bisa dibilang, aku cukup menarik, tapi sifatku tidak. Aku terkenal dingin dan kurang bergaul. Yah... itu bukan salahku, sih. Aku hanya tidak suka mereka menanyakan kehidupan pribadiku. Jujur saja, aku tidak suka jika mereka menanyakan itu. Ada alasan tersendiri mengapa aku begitu.
Terlepas dari sifatku yang dingin (yang kadang membuat teman-temanku, bahkan para guru enggan berurusan denganku), aku juga dikenal jago memainkan alat music. Oke... kalian tidak perlu bertanya apa alat music yang bisa kumainkan. Aku bisa memainkan hampir setiap alat music. Selain hal itu, kehidupanku bisa dibilang... tidak terlalu buruk.
Di luar, aku memang anak sekolahan biasa. Sekolah bersama teman-teman (dalam artian hanya dalam belajar kelompok. Itupun jika mereka mau), belajar pelajaran umum, bersenda gurau (yang ini jarang kulakukan), dan sebagainya. Tapi, di dalam, aku tidak seperti itu. Aku punya rahasia yang tidak bisa aku ungkapkan pada siapapun termasuk satu-satunya teman terdekatku.
0